Liko, Servasius (2026) GAMBARAN JUMLAH NEUTROFIL PADA PENDERITA TUBERKULOSIS SEBAGAI SALAH SATU MONITORING KEBERHASILAN PENGOBATAN ANTI TUBERKULOSIS. Diploma thesis, Universitas Megarezky.
KTI SERVASIUS LIKO.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Servasius Liko 2024. Gambaran Jumlah Neutrofil Pada Penderita Tuberkulosis
Sebagai Salah Satu Monitoring Keberhasilan Pengobatan Anti Tuberkulosi.
(Dibimbing oleh Yanti Sunaidi dan Andis Sugrani).
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh
bakteri Mycobakterium Tuberculosis. Pengobatan TB dilakukan dengan pemberian
obat anti tuberkulosis selama 6 bulan atau lebih dan pengobatan tuberkulosis dibagi
dalam dua fase yaitu, fase awal dan fase lanjut. Neutrofil merupakan sel imun
bawaan yang terlibat dalam proses makrofag M. TB selama infeksi. Pada awal M.
TB masuk kedalam tubuh jumlah neutrofil akan meningkat untuk melawan bakteri,
neutrofil akan melepaskan enzim lisosom, peptida neutrofil dan spesies oksigen
reaktif yang secara lansung melisiskan M. TB. Pengobatan TB dapat mempengaruhi
jumlah sel neutrofil. Pada saat sebelum pengobatan produksi jumlah neutrofil
meningkat, namun setelah pengobatan jumlah neutrofil akan mengalami
penurunan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran jumlah
neutrofil pada penderita tuberkulosis sebagai salah satu monitoring keberhasilan
Obat Anti Tuberkulosis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.
Subjek penelitian ini sebanyak 25 subjek pengobatan yang menjalani fase awal dan
25 subjek pada pengobatan fase lanjut yang diperoleh menggunakan metode total
sampling. Hasil dari penelitian ini didapatkan neutrofil normal pada fase awal
sebanyak 15(30%) subjek dengan rata-rata 4.17x10³/μl, neutrofilia sebanyak
7(14%)subjek dengan rata-rata 10.94x10³/μl dan neutropenia sebanyak
3(6%)subjek dengan rata-rata 1.87x10³/μl. Sedangkan nilai normal pada fase lanjut
sebanyak 22(44%) subjek dengan rata-rata 4.18x10³/μl, neutrofilia sebanyak 2(4%)
subjek dengan rata-rata 11.04x10³/μl dan neutropenia sebanyak 1(2%) dengan rata-
rata1.68 x10³/μl Penelitian ini disimpulkan bahwa kategori pengobatan fase lanjut
lebih banyak yang normal dibandingkan dengan fase awal. Nilai neutrofil fase
lanjut sebanyak 22(44%) subjek dengan rata-rata 4.18x10³/μl sedangkan fase awal
yaitu sebanyak 15(30%) subjek dengan rata rata 4.17x10³/μl. Pada penderita
tuberkulosis yang menjalani pengobatan anti tuberkulosis kebanyakan subjek
memiliki jumlah neutofil yang normal baik fase awal maupun fase lanjut.
Kata kunci : Neutrofil, Tuberkulosis, Pengobatan Tuberkulosis
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Fakultas Teknologi |
| Divisions: | > D-III TLM |
| Depositing User: | Pustakawan Staf Perpustakaan |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 02:09 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 02:09 |
| URI: | https://repository.unimerz.ac.id/id/eprint/108 |
