Chaniago, Fatih (2026) HUBUNGAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH TERHADAP NILAI INDEKS ERITROSIT PADA PEKERJA BENGKEL. HUBUNGAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH TERHADAP NILAI INDEKS ERITROSIT PADA PEKERJA BENGKEL, Vol. x.

[thumbnail of JURNAL FATIH CHANIAGO.pdf] Text
JURNAL FATIH CHANIAGO.pdf - Published Version

Download (311kB)

Abstract

Timbal merupakan salah satu logam berat berbahaya yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui
inhalasi maupun kontak langsung, dan dalam jangka panjang menumpuk di jaringan tubuh.
Salah satu kelompok yang berisiko tinggi terpapar timbal adalah pekerja bengkel motor, karena
setiap hari mereka terpapar asap hasil pembakaran bahan bakar, gesekan komponen logam,
serta lingkungan kerja dengan ventilasi yang kurang memadai. Paparan timbal kronis telah
terbukti menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk kelainan hematologi. Salah satu
parameter yang dapat digunakan untuk menilai dampak paparan timbal pada sistem darah
adalah indeks eritrosit, yang terdiri dari Mean Corpuscular Volume (MCV), Mean Corpuscular
Hemoglobin (MCH), dan Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC). Indeks
eritrosit penting untuk menilai karakteristik eritrosit serta mendeteksi jenis anemia yang
mungkin muncul akibat toksisitas logam berat.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan
antara kadar timbal dalam darah dengan nilai indeks eritrosit pada pekerja bengkel motor di
Jalan Antang Raya, Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
desain analitik korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 40 orang pekerja bengkel yang
dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan kadar timbal dilakukan dengan
metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), sedangkan pengukuran indeks eritrosit
dilakukan dengan Hematology Analyzer. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson
untuk mengetahui hubungan antara kadar timbal darah dengan MCV, MCH, dan MCHC. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki kadar timbal darah melebihi
ambang batas normal (>0,5 µg/dL), dengan nilai median sebesar 7,138 µg/dL. Sebagian besar
responden memiliki nilai MCV dalam kategori normal, namun mayoritas menunjukkan nilai
MCH dan MCHC yang tidak normal. Analisis statistik menunjukkan bahwa kadar timbal tidak
berhubungan signifikan dengan MCV (p = 0,793; r = –0,45), tetapi terdapat hubungan positif
yang signifikan antara kadar timbal dengan MCH (p = 0,012; r = 0,413) dan MCHC (p = 0,018;
r = 0,391).
Kata Kunci: Timbal, Indeks Eritrosit, MCV, MCH, MCHC, Pekerja Bengkel

Item Type: Article
Subjects: Fakultas Teknologi
Divisions: > D-III TLM
Depositing User: Pustakawan Staf Perpustakaan
Date Deposited: 06 May 2026 05:38
Last Modified: 06 May 2026 05:38
URI: https://repository.unimerz.ac.id/id/eprint/81

Actions (login required)

View Item
View Item