SESILIA ARISKA2025-08-292025-08-29https://repository.unimerz.ac.id/handle/123456789/2019Proses persalinan, khususnya pada kala I fase aktif, sering kali disertai dengan nyeri hebat yang dapat menimbulkan stres dan ketidaknyamanan bagi ibu. Penanganan nyeri yang efektif menjadi penting untuk mendukung kelancaran persalinan. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah pijat endorphin, yaitu pijatan lembut pada punggung bagian atas yang bertujuan merangsang pelepasan hormon endorphin sebagai penghilang nyeri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat endorphin terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di Rumah Sakit Hati Mulia Kendari. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin kala I fase aktif, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri setelah dilakukan pijat endorphin. Berdasarkan uji statistik Wilcoxon, diperoleh nilai signifikansi p = 0.000, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara pijat endorphin terhadap penurunan nyeri persalinan. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan kepada tenaga kesehatan, khususnya bidan, agar mempertimbangkan penerapan pijat endorphin sebagai salah satu bentuk intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif dalam menangani nyeri persalinan pada fase aktifPijat EndorphinNyeri PersalinanKala I Fase AktifPENGARUH PIJAT ENDORPHIN TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI RUMAH SAKIT HATI MULIA KOTA KENDARI TAHUN 2025Thesis