REZI JURNALISTA I2025-08-042025-08-04https://repository.unimerz.ac.id/handle/123456789/570Latar Belakang: Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah kelainan hormon yang umum terjadi pada wanita usia reproduksi dan dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, siklus menstruasi tidak teratur, peningkatan kadar androgen, dan pembentukan kista di ovarium. Faktor risiko utama meliputi riwayat keluarga (43%) dan obesitas (34%). Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan status gizi pada wanita usia subur dengan PCOS di Puskesmas Kintom, mengidentifikasi angka kejadian PCOS berdasarkan status gizi, dan menganalisis hubungan antara status gizi dan PCOS di wilayah penelitian. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup wanita usia reproduksi yang menderita PCOS, dengan sampel sebanyak 44 orang. Analisis data melibatkan analisis univariat untuk deskripsi data dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan PCOS. Hasil Penelitian: Dikarenakan ada 4 sel (66,7%) yang memiliki expected count kurang 5 sehingga tidak memenuhi uji prasyarat Chi- Square, uji alternatif yang digunakan adalah uji Fisher's Exact yang menghasilkan p-value sebesar 0,038 < 0,05, artinya ada hubungan signifikan antara status gizi (IMT) dengan penderita PCOS. Kesimpulan: Ada hubungan status gizi pada wanita usia subur dengan sindrom ovarium polistick (PCOS) di puskesmas kintom berdasarkan hasil perhitungan IMT yg di ambil dari hasil pengisian kuesioner.Sindrom ovarium polikistikstatus giziIndeks Massa Tubuhobesitaswanita usia suburPuskesmas Kintom.Puskesmas KintomHUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP SINDROM OVARIUM POLIKISTIK (PCOS) PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS KINTOM KABUPATEN BANGGAIThesis