S1 Midwifery
Permanent URI for this communityhttps://repository.unimerz.ac.id/handle/123456789/12
Browse
2 results
Search Results
Item PENGARUH MENYUSUI TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POSTPARTUM DI PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR TAHUN 2019(PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MEGAREZKY, 2025-08-11) OLIVIA LISSA THENULatar Belakang : Pendarahan pada Ibu postpartum merupakan salah satu penyebab kematian ibu pada masa postpartum, Menyusui sangat berpengaruh terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu, semakin sering ibu menyusui bayinya, semakin cepat pula penurunan tinggi fundus uteri pada ibu. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menyusui terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum di Puskesmas Batua Kota Makassar Tahun 2019. Metode : Jenis Penelitan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode observasional analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional study, dengan populasi sebanyak 42 ibu yang melahirkan di Puskesmas Batua, Jumlah sampel dalam penelitian 30 Responden, teknik pengambilan sampel mengggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan di analisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p< ɑ =0,05. Hasil : Hasil analisa menunjukkan dengan menyusui efektif terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum dengan nilai p=0,014 dimana p<ɑ (alpa = 0.05), ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak, dengan demikian ada pengaruh menyusui terhadap penurunan TFU pada ibu postpartum. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa dengan menyusui dapat mempengaruhi percepatan penurunan TFU dan dapat dijadikan salah satu alternatif untuk mengatasi terjadinya pendarahan pada masa nifas.Item EFEKTIFITAS TEKNIK PEMBERIAN ASI DENGAN METODE LATCH TERHADAP KEMAMPUAN MENYUSUI PADA IBU POSTPARTUM DI TEMPAT PRAKTEK MANDIRI BIDAN AERINE KABUPATEN GOWA(PERPUSTAKAAN MEGAREZKY, 2025-08-05) MAYLANI LINGLING BELAMenyusui merupakan tahap krusial dalam mendukung tumbuh kembang bayi, namun tidak semua ibu pascapersalinan mampu melakukannya secara optimal. Kesalahan dalam teknik menyusui dapat menimbulkan ketidaknyamanan, luka pada puting, serta menurunnya efektivitas pemberian ASI. Metode LATCH merupakan pendekatan evaluatif yang meninjau lima komponen penting dalam proses menyusui, yaitu pelekatan (Latch), suara menelan (Audible swallowing), tipe puting (Type of nipple), kenyamanan ibu (Comfort), dan posisi ibu-bayi (Hold). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode LATCH terhadap kemampuan menyusui ibu postpartum di Tempat Praktek Mandiri Bidan Aerine, Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan model one group pretest-posttest dan melibatkan 19 ibu postpartum yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan penilaian skor LATCH, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan menyusui setelah intervensi (p = 0,000 < 0,05). Sebelum intervensi, 31,6% responden berada dalam kategori “masalah serius”, dan hanya 21,1% menunjukkan kemampuan menyusui yang baik. Setelah penerapan metode, sebanyak 73,7% ibu menyusui dengan baik, dan tidak ada lagi yang termasuk dalam kategori “masalah serius”. Temuan ini menunjukkan bahwa metode LATCH efektif dalam meningkatkan keterampilan menyusui ibu postpartum, dan dapat dijadikan strategi edukatif dalam praktik kebidanan untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.