Faculty of Nursing and Midwifery

Permanent URI for this communityhttps://repository.unimerz.ac.id/handle/123456789/4

Browse

Search Results

Now showing 1 - 4 of 4
  • Item
    ANALISIS PRAKTIK KEPERAWATAN DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI KOMPRES AIR HANGAT UNTUK MENURUNKAN SKALA NYERI PADA PASIEN HIPERTENSI DI BALAI REHABILITASI SOSIAL LANJUT USIA (BRSLU) SENTRA GAU MABAJI GOWA
    (Perpustakaan Universitas Megarezky, 2025-08-19) MARYO FRANS MAKUALAINA
    Hipertensi menjadi masalah kesehatan di seluruh belahan dunia dan sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Nyeri kepala pada hipertensi disebabkan karena kerusakan vaskuler akibat dari hipertensi tampak jelas pada seluruh pembuluh perifer. Perubahan struktur dalam arteri-arteri kecil dan arteriola menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Bila pembuluh darah menyempit maka aliran arteri akan terganggu. Tujuan penilitian untuk Melakukan Analisis Praktik Keperawatan Dengan Pemberian Intervensi Kompres Air Hangat Dalam Menurunkan Skala Nyeri Pada Pasien Hipertensi di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) Sentra Gau Mabaji Gowa”. Metode penilitian ini menggunakan studi kasus dengan melakukan kompres air hangat pada tekuk untuk menurunkan nyeri yang sebabkan karena hipertensi yang di lakukan pada tanggal 7 sampai 9 juni 2022. Hasil penilitian menunjukan dengan pemberian kompres air hangat yang setiap 15 menit dilakukan selama 3 hari penurunan skala nyeri dapat dilihat dengan diikuti penurunan tekanan darah. Pada pasien pertama sebelum dilakukan kompres air hangat nyeri yang dirasakan skala 4 sedang setelah diberikan kompres air hangat selama tiga hari skala nyeri pada pasien yang durasakan 0. Sedangkan intervensi yang sama dilakukan pada pasien kedua dengan skala nyeri ringan, setelah dilakukan kompres air hangat selama tiga hari, skala nyeri yang dirasakan 1. Kesimpulan pemberian kompres air hangat ini mempunyai pengaruh yang signifikan dimana skala nyeri pada pasien dengan hipertensi dapat mengalami punurunan sebelum dan sesudah diberikan kompres air hangat.
  • Item
    FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERJADINYA PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA USIA PRODUKTIF DI RS LABUANG BAJI
    (Perpustakaan Megarezky, 2025-08-14) RIPKA YUNI KRISTIN NENO BESI
    Latar belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) telah menjadi penyebab kematian utama di dunia maupun di Indonesia. Banyak orang terkena serangan jantung tanpa ada gejala apapun sebelumnya. Penyakit jantung koroner diperkirakan 30% menjadi penyebab kematian di seluruh dunia. Kematian bisa dialami pada usia muda, hal ini bertentangan dengan akan sasaran pembangunan kesehatan yang akan dicapai pada tahun 2025 berupa meningkatnya umur harapan hidup yang telah dimulai dari tahun 2005 sampai pada tahun 2025 mendatang. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor resiko Penyakit Jantung Koroner pada usia produktif di RSUD Labuang Baji. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif sampel penelitian ini sebanyak 48 sampel yang diperoleh dengan teknik purposive sampling.analisis data menggunakan analisis univariatsedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner Food Frecuency Questioner debgan jumlah 29 pertanyaan. Hasil: hasil analisis univariat diperoleh responden dengan riwayat hipertensi normal dan pre hipertensi lebih banyak (47,9%) sedangkan yang mengalami berat badan stadium 1 lebih banyak (56,3%) responden yang tidak memiliki riwayat keluarga lebih banyak (54,2%) responden dengan pola makan baik lebih banyak (41,7%) di banding pola amakn yang cukup (39,6%) responden yang tidak merokok dan merokok ringan lebih banyak (41,7%) Kesimpulan: dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak semua fakor-faktor dapat menyebabkan resiko terjadinya penyakit jantung koroner.
  • Item
    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP PENCEGAHAN STROKE PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA BOLA KECAMATAN BATAUGA KABUPATEN BUTON SELATAN
    (UNIVERSITAS MEGAREZKY, 2025-05-03) WA ODE DEVIARNI
    Latar belakang : Hipertensi adalah suatu penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian premature di dunia. tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode ceramah terhadap sikap pencegahan stroke pada penderita hipertensi di Desa Bola Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode pre experimental design menggunakan one grup pretest posttest design. Populasi 34 sampel pada penderita hipertensi dengan tekhnik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian sikap pencegahan stroke pada penderita hipertensi sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebagian besar dari penderita hipertensi sebanyak 27 responden (79,44%) memiliki sikap yang kurang dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan sebagian besar dari penderita hipertensi yaitu memliki sikap yang kurang sebanyak 13 responden (20,6 %). Kesimpulan terdapat peningkatan sikap pencegahan stroke pada penderita hipertensi setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan media leaflet. Saran untuk masyarakat desa bola untuk lebih meningkatkan kesadaran terhadap kesehatannya khususnya tentang sikap pencegahan stroke pada penderita hipertensi
  • Item
    GAMBARAN SELF MANAGEMENT PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANTANG PERUMNAS
    (UNIVERSITAS MEGAREZKY MAKASSAR, 2025-01-02) ADRIANA KUWAY
    Hipertensi secara global diderita oleh masyarakat sebesar 30% dan merupakan penyebab kematian sebesar 7,1 juta pertahun. Hipertensi juga terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia, Sulawesi Selatan menempati urutan ke tujuh. Penyebab terjadinya hipertensi karena gaya hidup yang tidak sehat, salah satu kunci yang dapat membantu pasien hipertensi untuk mengadopsi gaya hidup sehat adalah mendidik mereka fokus pada peningkatan self management. Self management hipertensi dapat dilakukan dengan menerapkan 3 komponen yaitu self efficacy, self behavior, social support. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran self management pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Antang Perumnas. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan deskriptif dan jumlah sampel 73, menggunakan analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan presentasi. Hasil : Self efficacy dimana terdapat sebanyak 49 orang (67%) yang mempunyai self efficacy baik. Kedua, adalah self behavior dimana terdapat sebanyak 46 orang (63%) yang memiliki self behavior kurang baik. Ketiga, adalah social support dimana terdapat sebanyak 57 orang (78%) yang memiliki social support kurang baik. Kesimpulan : Self efficacy dikategori baik, self behavior dikategori kurang baik, dan social support dikategori kurang baik. Saran : Diharapkan dapat menjadi acuan untuk meningkatkan edukasi bagi pihak puskesmas dan responden, serta dapat mengembangkan hasil penelitian ini secara luas oleh penelitian selanjutnya.