Faculty of Nursing and Midwifery
Permanent URI for this communityhttps://repository.unimerz.ac.id/handle/123456789/4
Browse
2 results
Search Results
Item PERBEDAAN PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN DAN PIJAT ENDORPHIN TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI TPMB ABDI TAHUN 2025(PERPUSTAKAAN MEGAREZKY, 2025-08-20) NORMAWATYPersalinan adalah proses mendorong janin keluar dari jalan lahir akibat kontraksi uterus yang terus-menerus yang menyebabkan serviks membuka dan menipis, kemudian mendorong bagian-bagian janin ke bawah ke dalam rongga panggul keluar melalui jalan lahir. Salah satu terapi nonfarmakologis yang cukup efektif untuk meningkatkan kontraksi yang cukup adalah berupa Pijat Oksitosin dan Pijat Endorphin yang dinilai mampu memicu kontraksi persalinan, memberikan rasa rileks pada ibu bersalin, mengurangi ketegangan otot rahim, membuat kontraksi rahim meningkat, sehingga proses penurunan kepala janin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian Pijat Oksitosin dan Pijat Endorphin terhadap intensitas Nyeri Persalinan Fase I Aktif di TPMB ABDI tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan jumlah sampel 2 orang yang masing-masing menggunakan Pijat Oksitosin dan Pijat Endorphin. Desain penelitian yang digunakan adalah Study Case Literature Review yang dilakukan langsung pada 2 orang ibu bersalin. Berdasarkan hasil penelitian, ibu bersalin yang diberikan intervensi pijat oksitosin mengalami peningkatan kontraksi yang adekuat lebih cepat dibandingkan dengan pijat endorfin. Kesimpulan: Pijat oksitosin merupakan intervensi yang layak untuk meningkatkan kontraksi yang adekuat dalam persalinan.Item PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES LIDAH BUAYA TERHADAP NYERI AKIBAT PEMBENGKAKAN PAYUDARA PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR TAHUN 2025(PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MEGAREZKY, 2025-08-14) DITA AYU RAHMADANIPembengkakan payudara merupakan salah satu masalah umum yang dialami ibu post partum dan dapat menimbulkan nyeri serta menghambat keberhasilan pemberian ASI. Salah satu metode non farmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri tersebut adalah kompres lidah buaya, karena memiliki efek dingin dan sifat antiinflamasi yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres lidah buaya terhadap nyeri akibat pembengkakan payudara pada ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Batua Kota Makassar tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasy experiment dalam bentuk rancangan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu post partum yang mengalami pembengkakan payudara dan diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi skala nyeri Wong-Baker, baik sebelum maupun sesudah intervensi. Hasil penilitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri setelah pemberian kompres lidah buaya. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Ini membuktikan bahwa kompres lidah buaya efektif dalam mengurangi nyeri akibat pembengkakan payudara. Dengan demikian, kompres lidah buaya terdapat dijadikan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang efektif bagi ibu post partum untuk membantu mengurangi nyeri dan mendukung keberhasilan menyusui.