Faculty of Pharmacy

Permanent URI for this communityhttps://repository.unimerz.ac.id/handle/123456789/1

Browse

Search Results

Now showing 1 - 3 of 3
  • Item
    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PARTISI EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP PERTUMBUHAN Pseudomonas aeruginosa SECARA IN VITRO
    (PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MEGAREZKY, 2025-08-12) RIRIN ALFITA
    Daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif yaitu flavonoid, terpenoid, alkaloid, saponin, dan tanin, yang berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri hasil partisi ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap Pseudomonas aeruginosa Secara In Vitro. Metode penelitian ini merupakan metode eksperimen laboratorium dengan metode difusi agar yang menggunakan kertas cakram untuk mengetahui aktivitas antibakteri partisi ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan melihat zona bening yang terbentuk di sekitar kertas cakram. Hasil penelitian terhadap Pseudomonas aeruginosa pada ekstrak etanol 96% zona hambat 19,7 mm (kuat), pada partisi n heksan zona hambat 25,3 mm (sangat kuat) dan pada partisi air 15,03 mm (kuat). Disimpulkan bahwa untuk ekstrak etanol 96%, partisi n-heksan dan partisi air ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa secara in vitro. Dan yang memiliki zona hambat paling tinggi dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa adalah partisi n-heksan.
  • Item
    PEMBUATAN SEDIAAN GEL HAND SANITIZER DENGAN EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) DAN AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa
    (PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MEGAREZKY, 2025-08-08) RESKI TENRI ABENG
    Daun cengkeh mengandung senyawa kimia berupa flavonoid, triterpenoid, fenolat, dan tanin yang merupakan senyawa bersifat antibakteri. Daun cengkeh memberikan efek antibakteri terhadap gram negatif ( Pseudomonas aeruginosa) maupun gram positif. Tujuan penelitian ini untuk memformulasi sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L) pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L) dan minyak cengkeh diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L) dan minyak cengkeh aktivitas antibakteri terhahap Pseudomonas aeruginosa dengan metode sumuran menunjukkan adanya zona hambat, pada sediaan gel hand sanitizer ekstrak daun cengkeh yaitu konsentrasi 10% diameter zona hambat yang terbentuk sebesar 18 mm, untuk konsentrasi 15% diameter zona hambat yang terbentuk sebesar 17,45 mm, untuk konsentrasi 20% diameter zona hambat yang terbentuk sebesar 18,2 mm, untuk kontrol positif gel handsanitizer aloe vera diameter zona hambat yang terbentuk sebesar 27,3 mm. Dan pada sediaan gel hand sanitizer minyak cengkeh yaitu konsentrasi 10% diameter zona hambat yang terbentuk sebesar 15,57 mm, untuk konsentrasi 15% diameter zona hambat yang terbentuk sebesar 17,63 mm, untuk konsentrasi 20% diameter zona hambat yang terbentuk sebesar 20,63 mm, untuk kontrol positif gel handsanitizer aloe vera diameter zona hambat yang terbentuk sebesar 28,53 mm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, hasil uji aktivitas antibakteri dengan sediaan gel hand sanitizer dengan ekstrak etanol daun cengkeh (syzygium aromaticum L.) dan efektifitas terhadap bakteri pseudomonas aeruginosa menunjukkan adanya zona hambat
  • Item
    FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA BAKTERI Pseudomonas aeruginosa
    (UNIVERSITAS MEGAREZKY MAKASSAR, 2025-01-02) MARIA ROSA MISTIKA MARU
    Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L) mengandung senyawa bahan aktif yaitu saponin, tanin, flavonoid, polifenol dan mengandung minyak atsiri yang diduga memiliki sifat antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa yang menyebabkan infeksi luka pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menemukan formulasi sediaan salep yang stabil secara fisik dan kimia serta mengetahui aktivitas antibakteri sediaan terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium, dimulai dengan proses maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dan dilanjutkan dengan permbuatan formulasi sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 15%, 25, 35%, salep tanpa ekstrak sebagai kontrol (-). Sediaan yang telah dibuat dievaluasi stabilitas fisik dan kimianya dengan metode cycling test selama 6 siklus dan diperoleh hasil stabil serta memenuhi syarat untuk semua pengujian. Adapun pengujian aktivitas antibakteri sediaan yang dilakukan menunjukkan bahwa formula dapat dibuat dalam sediaan salep dan memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 15% dengan zona hambat 13,6mm, konsentrasi 25% dengan zona hambat 14,0mm, konsentrasi 35% dengan zona hambat 14,6m